kerapuhanku
angin malam berhembus merasuk sanubari
ku sambut malamku yg hitam
semerbak mewangi yg takkan bertepi
ku ratapi gelapnya hatiku sendiri
ku ukir malamku dengan darah hitam
menelusuri jalanku yang berduri tajam
seakan semuanya sunyi dan buta membisu
aku terpaku sejenak langkahku
hanya pedih yg slalu ku rasa
bunga yang dulu indah kini layu sudah
rintik hujan kini t'lah menorehkan luka mendalam di sanubari
serpihan perih tlah menyambut setiap malamku
hanya kosong yang s'lalu menghantuiku
kini ragaku hidup tapi jiwaku t'lah mati
bulan seakan merasakan kepedihan yang ku rasa
menatapku dengan titikan airmata yang menetes...
hanya gemuruh asa yang menghujam kehidupanku
rintihan hati menjerat disetiap malam2 sunyiku
aku t'lah terhanyut dalam neraka jiwaku
hidupku tak seindah mimpi di malamku
renunganku membunuh jiwaku secara perlahan
hidupku seperti pohon yang lapuk, tanpa ada harapan...